0

Dampak Kebisingan Akibat Pembangunan Jalan Layang

Keberadaan jalan layang dapat menimbulkan beberapa dampak diantaranya penurunan kualitas lingkungan yaitu tingginya tingkat kebisingan yang mengurangi kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Misalnya jalan layang Pasteur - Suropati (Pasupati), setelah dioperasikan diperkirakan mengalami penurunan kualitas lingkungan yang dirasakan oleh Rumah Sakit Umum Dr. Hasan Sadikin – Bandung.

Komponen lingkungan yang berdampak negatif dan mengganggu pada kawasan RSU Dr. Hasan Sadikin – Bandung adalah tingkat kebisingan. Hal ini dirasakan karena kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan jalan dan kebutuhan akan tingkat kenyamanan yang semakin tinggi, maka dampak yang diakibatkan oleh transportasi khususnya kebisingan kendaraan bermotor harus ditekan serendah mungkin.

Selengkapnya klik di sini.

0

Bunyi dan Akustik

Gelombang Bunyi

Kata bunyi mempunyai dua definisi, yaitu: (1) secara fisis, bunyi adalah penyimpangan tekanan, pergeseran partikel dalam medium elastik seperti udara dan (2) secara fisiologis, bunyi adalah sensasi pendengaran yang disebabkan penyimpangan fisis yang digambarkan di atas (Doelle, 1993).

Ketika bunyi menumbuk suatu batas dari medium yang dilewatinya, maka energi dalam gelombang bunyi dapat diteruskan, diserap atau dipantulkan oleh batas tersebut. Pada umumnya ketiganya terjadi pada derajat tingkat yang berbeda, tergantung pada jenis batas yang dilewatinya (Lord, 1980).

Selengkapnya klik di sini.

0

Atenuasi Gelombang Datar

Berikut adalah tulisan singkat mengenai Atenuasi Gelombang Datar yang merupakan hasil terjemahan dari buku Acoustics An Introduction by Heinrich Kuttruff Bab 4.1-4.3.

Dalam tipe yang paling sederhana dari gelombang bunyi, variable akustik seperti tekanan suara atau kecepatan partikel hanya tergantung pada koordinat ruang. Jika pada saat tertentu semua variable konstan tegak lurus terhadap koordinat ini kita sampai pada gelombang datar. Ketika penyebarannya tegak lurus bentuknya tinggal disajikan tanpa dirubah semua dampak yang merugikan diabaikan. Oleh karena itu, perlakuan umum pada gelombang ini cukup sederhana. Maka dari itu, gelombang datar sesuai untuk menjelaskan fenomena perkembangan partikel seperti penguatan bunyi yang akan didiskusikan lebih lanjut pada bab ini, atau refleksi, refraksi, dan difraksi dari suara yang akan lebih didetaikan di bab 6 dan 7. Lagipula, gelombang datar adalah dasar untuk gelombang yang lebih rumit pada analogi Analisis Fourier yang menghadirkan hampir semua getaran dalam kaitannya dengan getaran selaras.

Selengkapnya klik di sini.

02

Senjata Pengendali Cuaca sebagai Langkah Awal Perang Dunia Ke-3

Belum hilang dari ingatan kita, peristiwa besar penutup tahun 2004 yang menjadi headline news berbagai media masa Internasional. Pada tanggal 26 Desember 2004, sekitar pukul 9.00 WIB gelombang pasang tsunami mengguncang Serambi Mekkah dan beberapa negara Asia Tenggara di sekitarnya. Ratusan ribu orang tewas dan jutaan bangunan runtuh dalam hitungan menit akibat diterjang gelombang laut berkecepatan kira-kira 300 km/jam. Sebagian besar masyarakat dunia menganggap peristiwa ini sebagai takdir Tuhan yang tak bisa ditolak kedatangannya. Penyebabnya adalah lempeng bumi di belahan Sumatra mengalami pergeseran dan menimbulkan patahan sehingga terjadi gelombang tsunami yang diawali dengan gempa bumi berkekuatan 6,87 SR(Data BMG). Namun NOAA Amerika menetapkan bahwa kekuatan gempa yang menimpa Aceh saat terjadinya tsunami adalah sebesar 9.0 SR. Adanya perbedaan mengenai kekuatan gempa ini bagi sebagian kecil orang menjadi sebuah kecurigaan bahwa adanya skenario negara adidaya, Amerika Serikat dibalik peristiwa tersebut, mengingat AS memiliki senjata pengendali cuaca yang dikenal dengan sebutan HAARP.

Apakah itu HAARP??

23

HAARP (High-frequency Active Auroral Program) merupakan sistem radio dan microwave transmitter yang didirikan sejak tahun 1993, bertempat di sisi barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias, Gakona, Alaska. Proyek ini merupakan hasil kerjasama US Air Force, US Navy, DARPA (Defense Advanced Research Project Agency) dan Univ. of Alaska. HAARP terdiri dari 180 antena besar dengan listrik ribuan Megawat per antena yang diarahkan ke langit dan mampu meradiasikan 3,981 megawatt ERP (total effective radiated power). Tujuan awal didirikannya proyek ini adalah untuk mengetahui, menyimulasi, dan mengontrol proses ionosferik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan telekomunikasi dan surveilans, namun kenyataannya informasi mengenai alat ini sengaja disembunyikan karena diketahui memiliki banyak keunggulan.

Bagaimana HAARP Bisa Mengendalikan Cuaca??

Lapisan Ionosfer terdiri dari ion-ion dan partikel-partikel elektrik yang bergerak, memiliki kepadatan bervariasi dan merupakan salah satu lapisan atmosfir yang paling luar. Sifat ion dari ionosfer merupakan perisai bumi dari radiasi matahari. Kita tahu bahwa radiasi matahari dapat mengacaukan alat-alat listik. Ketika bintik hitam matahari bertambah, radiasinya akan terganggu dan jika gagal ditangkal ionosfer maka akan menimbulkan terbentuknya Aurora(sering terjadi di daerah kutub) dan menimbulkan efek samping berupa gangguan listrik yang menyebabkan lampu padam serta gangguan alam yang berakibat terjadinya angin kencang, pasang tinggi, cuaca buruk, bahkan tornado.

HAARP memancarkan gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi ke ionosfer sehingga mengakibatkan ganguan terkontrol pada lapisan tersebut dan memungkinkan penggunanya untuk mengubah cuaca sesuai yang diinginkan.

Pembuatan proyek ini berdasarkan percobaan Nikola Tesla, insinyur listrik kelahiran Smiljan, yang menyatakan bahwa energi listrik dan kepadatan elektron dapat mempengaruhi kondisi luar. Polaritas positif dan negatif elekron pada tempat yang berbeda dapat mempengaruhi arah angin, petir, dan hujan yang mayoritas terdiri dari listrik.

Apakah Keistimewaan HAARP??

Alat ini bisa digunakan untuk mendeteksi adanya ladang minyak di suatu wilayah. Penggunaan lainnya adalah meningkatkan suhu atmosfir dengan cara memadatkan ion-ion dan menciptakan payung terhadap serangan senjata berkategori balistik dan memungkinan untuk mendeflect senjata berbasis Space weapon seperti Laser. Dengan memantulkan frekuensi suara, baik rendah ataupun tinggi disertai dengan gelombang listrik dapat menimbulkan ganguan pada otak manusia yang mampu membuat orang gila, pingsan, bahkan meninggal. Ketika kekuatan puluhan juta watt ditembakkan ke langit, maka suhu di atmosfer akan menjadi hangat. Ini adalah salah satu pemicu terjadinya Global Warming. Banyak orang menganggap, global warming terjadi lebih dikarenakan oleh efek rumah kaca atau greenhouse effect. Namun, melihat bukti keadaan alam diberbagai tempat diseluruh dunia tidak konsiten lagi, hal ini menguatkan asumsi bahwa ada sistem yang sengaja diciptakan untuk dapat memodifikasi cuaca.

Bisakah HAARP Menimbulkan Gempa??

Dengan memantulkan frekuensi suara melalui tenaga yang cukup, maka dimungkinkan untuk membuat gerakan pada lempeng bumi yang mengakibatkan gempa. Mungkin itulah yang memicu terjadinya gempa bumi dahsyat berskala 7,3 SR yang menghancurkan Tangshan, Cina pada tanggal 28 Juli 1976 dan membunuh lebih dari 650.000 orang. Diduga pantulan gelombang ultrasonik atau infrasonik memprovoke lempeng bumi diatas Cina untuk bergerak dan mengakibatkan gempa.

Sebelum getaran pertama pada pukul 03:42, langit terlihat seperti pada siang hari. Sebagian besar cahaya itu berwarna putih dan merah terlihat hingga 200 mil. Daun-daun di pohon terbakar dan sayuran hangus hanya di satu bagian, seperti terkena bola api. Beberapa penyelidik mempercayai bahwa efek elektrik ini berhubungan dengan elektromagnetik plasma dan bola kilat serta susunan cahaya aneh yang dihasilkan suatu transmisi seperti HAARP.

3

Gambar di atas memperlihatkan barisan awan spesifik chemtrails(chemical trails yang disemprotkan pesawat asing, berisi aerosol bermuatan virus yang disinyalir digunakan untuk operasi-operasi militer tingkat tinggi) yang dipengaruhi oleh dua buah perangkat gelombang radio. Ketika gelombang turun dari langit menghantam awan, terlihat awan pecah terpisah dengan sangat rapi. Ini membuktikan bahwa sesuatu dari atas (selain angin) mempengaruhi wilayah tertentu di Cina.

Kemampuan pengendali cuaca ini dapat memusnahkan seluruh sistem ekologi. Jika tujuan pemanfaatkan senjata cuaca ini adalah untuk membasmi peradaban, tampaknya hal tersebut dengan mudah dapat dilakukan. Amerika Serikat adalah negara yang memimpin berkembangnya proyek ini, jadi tidak menutup kemungkinan terjadinya gempa dahsyat yang menewaskan ratusan ribu orang di beberapa negara misalnya tsunami Indonesia(26 Desember 2004) dan gempa bumi Thungsan, China(28 Juli 1976) adalah langkah awal negara adidaya ini dalam memulai perang dunia ke-3 untuk menguasai jagad raya.


Sumber:

http://images.google.co.id/imgres?imgurl

http://www.indowebster.web.id/showthread.php?p=1610085

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1601397

http://www.viewzone.com/haarp.skip.gif&imgrefur

http://27victory.wordpress.com/2009/04/20/tsunami-bencana-atau-rekayasa/

Random Posts Recent Comments

  • khoiru Says:

    Hanya ingin bersilaturahim ke blog Anda, karena silaturahim menyiram pohon persaudaraan... Silahkan...